KARANGLEWAS – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Langit duka seolah menaungi warga Nahdlatul Ulama Kabupaten Banyumas atas wafatnya KH. M. Thohirin AZM, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Iman Pasir Wetan Karanglewas sekaligus Rais Syuriah MWC NU Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, pada Jumat (02/01/2026).
Almarhum dikenal sebagai ulama kharismatik yang teduh, istiqamah dalam khidmah, serta menjadi penyejuk dan rujukan spiritual umat.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, santri, alumni, dan masyarakat luas yang selama ini menimba keteladanan dari laku hidupnya.
Jenazah KH. M. Thohirin AZM telah dimakamkan pada Sabtu (03/01/2026) di pemakaman setempat, diawali dengan disholati di Masjid depan kediaman. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat, diiringi lantunan doa dan isak haru, disaksikan ribuan pelayat yang datang dari berbagai daerah untuk memberikan penghormatan terakhir.
Sejak kabar wafatnya tersebar luas, rumah duka di kompleks Pondok Pesantren Nurul Iman Pasir Wetan dipadati pelayat. Ulama, umara, tokoh masyarakat, santri, dan warga silih berganti hadir, menandai besarnya cinta umat kepada almarhum.
Nampak kehadiran Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Agus Fathuddin Yusuf, M.A., yang hadir langsung bersama rombongan.
Kehadiran ini menjadi wujud nyata takziah sekaligus penghormatan atas jasa besar almarhum dalam dakwah, pendidikan pesantren, dan pengabdian keumatan.
Kepada awak media, Sekretaris MUI Jawa Tengah kembali menyampaikan doa dan belasungkawa secara langsung pada Sabtu (03/01/2026).
“Semoga husnul khotimah, diterima semua amal ibadahnya, mendapat maghfiroh dan rohmat Allah SWT. Semoga keluarga, santri, alumni, dan muhibbin beliau diberi kesabaran serta kekuatan lahiriah dan batiniah, ” ujar Dr. H. Agus Fathuddin Yusuf, M.A., kepada wartawan.
Turut hadir Rais Syuriah PCNU Banyumas Drs. KH Mughni Labib, Ketua Umum MUI Banyumas Drs. KH Tefur Arofat, M.Pd, Ketua PCNU Banyumas Drs. KH Imam Hidayat, M.Ag, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas Dr. H. Ibnu Assaduddin, M.Ag beserta jajaran.
Deretan pengasuh pesantren dan ulama Banyumas tampak tumplek blek, di antaranya KH Nurwahyudi Alhafidh, KH Abdul Hamid, dan Drs. KH Tolhatussyarif, M.Pd, bersama keluarga besar Banom NU serta para guru YPI Nasima Semarang, mengiringi doa dan penghormatan terakhir.
Dalam tausiyah pelepasan jenazah, KH Ahmad Sobri dari Pondok Pesantren Al-Falah Jatilawang, Banyumas, menyampaikan pesan reflektif yang menggugah nurani dan meneguhkan makna amal.
“Ukuran baik atau tidaknya amal seseorang di dunia ini, salah satunya dapat dilihat dari seberapa banyak orang yang datang bertakziah ketika ia telah menjadi jenazah. Ramainya pelayat hari ini adalah saksi kecintaan umat kepada almarhum, ” tegas KH Ahmad Sobri.
Semasa hidupnya, KH. M. Thohirin AZM mendedikasikan diri sepenuh hati untuk dakwah, pendidikan pesantren, serta penguatan jam’iyah Nahdlatul Ulama. Keteladanan, kesahajaan, dan keistiqamahan beliau menjadi warisan ruhani yang tak lekang oleh waktu.
Kepergian beliau bukan sekadar kehilangan seorang tokoh, melainkan berpulangnya lentera umat.
Jejak khidmah, ilmu, dan akhlak mulia almarhum akan terus hidup dalam doa dan amal jariyah yang mengalir tanpa henti. Al-Fatihah. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
(Djarmanto-YF2DOI)

Updates.